Monday, 27 August 2012

Bagaimana memperolehi cinta Allah swt?




BAGAIMANA MEMPEROLEHI CINTA ALLAH SWT?

Anda mencintai Allah swt? Benarkah? Apa yang telah anda lakukan untuk mendapatkan cinta-NYA? 
Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan cinta Allah dalam kitab beliau Madarijus Salikin.
Pertamamembaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen] 
Keduamendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.  Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta. 
Ketigaterus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya. 
Keempatlebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan. 
Kelimamerenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah,  fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut). 
Keenammemperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya. 
Ketujuhmenghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. 
Kelapanmenyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya. 
Kesembilanduduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian  dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain. 
Kesepuluhmenjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.
Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati. 
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh

Wednesday, 15 August 2012

Ubat Cinta



Ubat Cinta


Wahai Pencipta Segala Jiwa
Bahagianya hati ini dapat berbicara denganMU
Apatah lagi dapat bersua dengan kekasihMU
Cuma adakah kulayak untuk bertemu denganMU

Wahai Pencipta Segala Jiwa
Kau hampar dihadapanku pelbagai duri
Untuk kulalui menuju cintaMU
Walau luka tetap kuharungi
Sembuhkanlah lukaku dengan ubat cintaMU

Wahai Pencipta Segala Jiwa
Aku ingin bersamaMU
Setiap masa setiap ketika
Walau diriku luka
Ku tetap bahagia

Wahai Pencipta Segala Jiwa
Aku ingin tenggelam dalam lautan cintaMU
Biarlah aku lemas kerana mencintaiMU

Wahai Pencipta Segala Jiwa
Bantulah hambaMU untuk merehatkan diri
dari segala keinginan dan pengaturan yang menimpa
biar Maha Pengasih mentadbir dan mengurus segala
kerana Engkaulah sebaik-baik Pentadbir Alam
dengan penuh cinta buat sekalian hamba

Al Fudhail Ibnu 'Iyadh berkata: Sesungguhnya Allah telah berfirman:
Adalah dusta orang yang mendakwa cinta kepada-Ku tetapi dia tidur daripada-Ku, bukankah setiap orang yang sedang dilamun cinta sangat suka kalau sentiasa berkhalwat (bersunyi-sunyi) dengan kekasihnya? "Inilah Aku yang sentiasa memerhatikan kekasih-kekasih-Ku, sungguh mereka telah jelmakan Aku dalam pandangan mereka, berdialog dengan-Ku seolah-olah mereka menyaksikan Aku, bercakap dengan-Ku seolah-olah Aku hadir dihadapan mereka. Esok akan Aku senangkan hati kamu di dalam syurga-syurga-Ku. Perasaan ini sentiasa tersemat kukuh dihati mereka sehingga tidak ada didalam hati mereka kecuali Aku. Oleh itu tidak ada yang muncul dari anggota mereka melainkan selaras dan sesuai dengan apa yang ada di dalam hati mereka.

Penyerahan total kepada Allah swt



Tazkirah buat diriku yang lupa...

•وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ ٦:٥٩

Dan tidak gugur sebutir daun atau satu butiran kecil pun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan(semuanya) ada tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) yang terang nyata (Al-an’am 59)


Tidak ada dedaunan jatuh di padang sahara
atau di lautan dalam
atau di belakang rumah kita
tanpa pengetahuan dan kekuasaan Sang Pencipta

Setiap helai daun dari jutaan dedaunan yang gugur itu
semuanya dalam pengetahuan Allah Taala sama ada
a. kedua permukaan atas dan bawahnya basah
b. atasnya basah bawahnya kering
c. kedua permukaan atas dan bawahnya kering
d. atasnya kering dan bawahnya basah

Siapakah yang mewafatkan semua jiwa?
Siapakah yang melengkapi makhluk manusia?
Siapakah yang menyelamatkan hamba dari bencana daratan dan lautan?
Dialah ALLAH

'Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari..' (Al-An'am : 60)

'Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNYA, dan diutusNYA kepadamu malaikat-malaikat penjaga..' (Al-An'am : 61)

'Katakanlah : Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut..' (Al-An'am : 63)

Apakah maksudnya 'penyerahan total' kpd Allah swt..
penyerahan diri secara bulat2 kpd Allah swt..
diri kita kepunyaan ALlah..
apakah bukti n perlaksanaannya?
Moga Allah beri petunjuk..
dan semoga kita semua dipermudahkan utk memahaminya..
dan mengamalkannya mengikut keupayaan yang diberikan Allah swt...

Jangan dipinta ringankan ujian... tetapi pintalah

Jangan dipinta RINGANkan ujian
tetapi... pintalah BERATnya iman untuk menghadapi ujian itu



Aku mendongak ke langit biru
Aku hitung hari-hari yang berlalu
Aku termenung memikir peristiwa yang berlaku
Semuanya tidak kujangka bukan dalam pengetahuanku
tetapi di atur oleh Yang Maha Tahu

Adakala air mata mengalir lesu
Adakala kukesat keringat yang tidak malu
Kiri kanan depan belakang
Ada yang mengundur
Ada yang menghulur bantuan

Di saat kita di uji
maka tersingkaplah yang tersembunyi



Jangan dipinta RINGANkan ujian
tetapi... pintalah BERATnya iman untuk menghadapi ujian itu
kehebatan seseorang diukur dengan 'kebesaran' ujian
semakin besar ujian, semakin hebat orang itu
jika disulami dengan kesabaran

ketaqwaan kepada Maha Pencipta

timbang-timbanglah iman kita
sebelum ditimbang di akhirat nanti
hitung-hitunglah amalan kita
moga tangan kanan yang menerima bukannya kiri

Moga Allah mengampuni segala kelalaian, kealpaan kita selama ini
terus bangkit, jangan ulangi
mengatur langkah sebelum masa berlalu pergi
agar kita tidak terus rugi

Tuesday, 14 August 2012

Pintu manakah yang akan memanggil anda?





Pintu manakah yang akan memanggil anda?



Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu syurga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli solat maka ia akan dipanggil dari pintu solat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang te
rmasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”

Ketika mendengar hadis ini Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”.

Maka baginda pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (Hadis Riwayat Bukhari [1897 dan 3666] dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu).

Nabi SAW bersabda,

لِكُلِّ عَامِل بَاب مِنْ أَبْوَاب الْجَنَّة يُدْعَى مِنْهُ بِذَلِكَ الْعَمَل

“Bagi setiap orang yang beramal terdapat sebuah pintu khusus di syurga yang dia akan dipanggil melalui pintu tersebut kerana amal yang telah dilakukannya.” (Hadis Riwayat Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad sahih, demikian kata Al-Hafizh dalam Fath Al-Bari, 7/30).

Sesungguhnya di dalam syurga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa (puasa wajib dan sunat) akan masuk syurga melalui pintu tersebut pada hari kiamat nanti.

Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di dalam syurga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa akan masuk syurga melewatinya pada hari kiamat nanti. Tidak ada orang yang memasukinya selain mereka. Diserukan kepada mereka, ‘Manakah orang-orang yang rajin berpuasa?’. Maka merekapun bangkit. Tidak ada yang masuk melewati pintu itu selain golongan mereka. Dan kalau mereka semua sudah masuk maka pintu itu dikunci sehingga tidak ada lagi seorangpun yang boleh melaluinya…” (Hadis Riwayat Bukhari [1896] dari Sahl radhiyallahu’anhu).

Monday, 13 August 2012

Mencari DUNIA untuk AKHIRAT



Mencari Dunia Untuk Dunia

Mencari Dunia Untuk Akhirat



Syeikh Abu Hasan al-Syadzili rahimahullah berkata,
"Aku bermimpi bertemu dengan Abu Bakar As-Siddiq. 
Ia berkata, 'Apakah kau tahu tanda keluarnya cinta dunia dari dalam hati?' 

'Tidak', jawabku.
Kemudian ia menjawab, 'Tandanya adalah mengeluarkannya ketika memiliki [dunia] dan merasa lapang saat tidak memilikinya'

Jadi, tidak semua orang yang mencari dunia tercela. Pencari dunia yang tercela adalah yang mencarinya untuk dirinya sendiri, bukan untuk Tuhannya, serta untuk dunianya, bukan untuk akhiratnya.

Moga kita tergolong dalam hamba-hamba-NYA yang dunia tidak memiliki kekuasaan ke atas mereka sebagaimana firman Allah swt, 'Engkau tidak memiliki kekuasaan atas hamba-hamba-KU'.

Ya Allah, mudahkanlah hamba-hamba-MU melalui ujian Dunia. Biarlah dunia hanya di genggaman tangan, tidak sampai melekat di hati. Jadikanlah kami hamba-hamba-MU yang bersabar ketika kehilangan dunia dan bersyukur ketika memilikinya.

'Sungguh, nikmat Allah ketika DIA menjauhkanku dari dunia lebih sempurna daripada nikmat-NYA ketika DIA memberiku [dunia]' - Sufyan al-Tsauri

Terima kasih buat sahabat-sahabat yang setia membantu setia bersama ketika Allah menguji kita dengan nikmat dunia.


Pesanan Saidina Ali r.a. :

Aku berpesan kepada kamu supaya banyak bertaqwa kepada Allah dengan membelakangi dunia yang akan meninggalkan kamu meskipun kamu tidak mudah untuk meninggalkannya. Dunia akan menghancur-luluhkan tubuh kamu sedang kamu terus ingin memperbaharuinya. Hanyasanya perumpamaan kamu dengan dunia itu adalah ibarat sekumpulan manusia yang dalam pelayaran, mereka telah melalui satu jalan dan mereka menyangka telah melewatinya, mereka bergantung kepada satu pengetahuan yang mereka ingat telah sampai kepadanya. Betapa ramai orang yang berlari yang sampai ke kemuncaknya, dan betapa ramai orang yang mengharap panjang pada dunia tiba-tiba terpaksa berpisah dengannya. Oleh itu jangan sekali-kali kamu merungut kerana keburukan dunia dan kesusahannya, dan jangan sekali-kali kamu merasa sukaria kerana harta-benda dunia dan kenikmatannya, semua itu akan hilang lenyap daripadamu. Aku rasa hairan melihat orang yang mengejar dunia sedang maut mengikutinya dari belakang. Dia sentiasa lalai yang dirinya akan mati, tidak pernah ingat yang mati itu akan menimpanya.

Isi surat dari Sayidina Ali kpd Salman Al-Farisi:


"Dunia itu adalah seumpama ular, lembut sentuhannya, tetapi bisanya mematikan, maka berpalinglah anda dengan menjauhkan diri dari semua sesuatu yang menimbulkan kekaguman anda padanya (dunia) kerana (akan menjadi) sedikit sesuatu yang menyertai anda dari (bahaya) dunia itu."

Sunday, 12 August 2012

Traffic Light Kehidupan




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...